PURWAKARTA — Kebakaran lahan kehutanan terjadi di lereng Gunung Burangrang, tepatnya di kawasan Pasir Luhur, Kampung Gunung Bakti RT 04/02, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.
Kebakaran tersebut terjadi di kawasan tanah kehutanan Gunung Burangrang. Babinsa Desa Cihanjawar Koramil 1903/Darangdan Kodim 0619/Purwakarta, Sertu Tri Gunawan, bersama unsur Muspika Kecamatan Bojong dan masyarakat bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Berdasarkan keterangan saksi, Herdin (37), warga Kampung Gunung Bakti RT 04/02 yang berprofesi sebagai petani, api diduga berasal dari aktivitas warga yang sedang mencari madu odeng. Namun, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Api kemudian menjalar ke kawasan lahan kehutanan yang dalam kondisi kering.
“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami bersama unsur terkait langsung menuju lokasi. Penanganan dilakukan secara bersama-sama agar api tidak meluas ke kawasan hutan lainnya, ” ujar Sertu Tri Gunawan.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, personel yang terlibat terdiri dari unsur Muspika Kecamatan Bojong, Camat Bojong, empat anggota Polsek Bojong, dua anggota Koramil 1903/Darangdan, empat personel BPBD, Kepala Desa Cihanjawar dan Kepala Desa Pesanggrahan, warga Desa Pesanggrahan dan Cihanjawar, serta unsur BKSDA/Balai Konservasi.
Selain itu, satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Wanayasa turut didatangkan untuk membantu proses pemadaman. Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.20 WIB.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiel. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas bersama masyarakat melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kepala Desa Cihanjawar, Dedi, mengapresiasi kesigapan seluruh unsur dalam menangani kebakaran tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, Damkar, BKSDA, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang bersama-sama membantu memadamkan api. Kami juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan hutan, terutama saat kondisi kering, ” kata Dedi.
Danramil 1903/Darangdan Kapt. Kav. Unang Sunarya menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Pada musim kemarau seperti sekarang, kondisi lahan yang kering sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api dan segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran, ” ujarnya.
Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh. Fredy Jaguar, S.Sos., menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Kecepatan dalam merespons kejadian sangat penting agar kebakaran tidak meluas. Kami mengapresiasi sinergi TNI, Polri, BPBD, Damkar, BKSDA, pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan kebakaran ini, ” tuturnya.
Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, SIP., MIP., mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Kawasan hutan merupakan aset bersama yang harus dijaga. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran pada musim kemarau, ” katanya.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, SE., MM., menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan kebakaran harus menjadi perhatian bersama. Hindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan api dan segera laporkan kepada aparat apabila menemukan adanya kebakaran, ” tegasnya.
Adapun langkah yang dilakukan di lapangan meliputi mendatangi lokasi kejadian bersama unsur Muspika Bojong, berkoordinasi dengan aparatur setempat, melibatkan BPBD, Polri, Koramil, BKSDA dan masyarakat, mendatangkan satu unit Damkar dari Wanayasa, memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta melaporkan kejadian kepada komando atas.
Kejadian kebakaran di lereng Gunung Burangrang tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan kehutanan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.(PERS)

Ade S.