PURWAKARTA - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, Babinsa Desa Nangewer Koramil 1903/Darangdan Kodim 0619/Purwakarta, Serka Ade Suherman, bersama Kepala BPP Pertanian Kecamatan Darangdan melaksanakan monitoring kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di area persawahan Kelompok Tani Harapan Laksana, Kampung Jaladri RT 13 RW 06, Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan saluran irigasi berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan para petani. Keberadaan jaringan irigasi tersier diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga dapat menunjang peningkatan hasil produksi pertanian masyarakat.
Babinsa Desa Nangewer Serka Ade Suherman mengatakan bahwa pendampingan dan monitoring pembangunan sarana pertanian merupakan bagian dari kepedulian TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah.
Sementara itu, Kepala BPP Pertanian Darangdan, Heri, menyampaikan, “Pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier ini sangat penting bagi para petani, karena ketersediaan dan kelancaran air merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan pertanian. Kami berharap saluran ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama oleh kelompok tani.”
Hal senada disampaikan Kepala Desa Nangewer, Asep Munajat, yang mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan seluruh pihak dalam mengawal pembangunan infrastruktur pertanian di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan BPP Pertanian Darangdan yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan pertanian di Desa Nangewer. Semoga dengan adanya perbaikan jaringan irigasi ini dapat membantu para petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” ujarnya.
Di tempat terpisah, Danramil 1903/Darangdan Kapt. Kav. Unang Sunarya menegaskan bahwa Babinsa akan terus hadir dan bersinergi dengan instansi terkait dalam mendukung program pembangunan di wilayah.
“Babinsa harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, termasuk mendampingi dan mengawal program pembangunan yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Infrastruktur irigasi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan sektor pertanian, ” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh. Fredy Jaguar, S.Sos., menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.
“TNI AD melalui para Babinsa akan terus mendukung dan mendampingi masyarakat serta para petani. Sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi pertanian sangat diperlukan untuk mewujudkan pertanian yang produktif dan ketahanan pangan yang kuat, ” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., menekankan pentingnya menjaga sarana pendukung pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan pertanian harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Jaringan irigasi merupakan bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga serta memeliharanya, ” jelasnya.
Lebih lanjut, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menyampaikan bahwa TNI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“TNI AD, khususnya Kodam III/Siliwangi, akan terus hadir bersama rakyat dan mendukung setiap program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama dan harus dibangun melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, petani, dan seluruh komponen masyarakat, ” pungkasnya.
Melalui pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier tersebut, diharapkan kebutuhan air bagi lahan pertanian Kelompok Tani Harapan Laksana dapat terpenuhi secara optimal, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Nangewer.(PERS)

Ade S.